mod_vvisit_counterToday3
mod_vvisit_counterYesterday83
mod_vvisit_counterThis week183
mod_vvisit_counterThis month619
mod_vvisit_counterAll25208
Kusnun - Bidang perdagangan PDF Print
Finalis CMA 2008
Written by Kusnun   
Monday, 21 November 2011 18:14
KUSNUN     
  
  Kategori  : Bidang perdagangan
  Usaha  : Bengkel Sepeda
  Nama Peserta : Kusnun
  Tanggal Lahir : 17 November 1973
  Alamat  : Ngruno, Karangsari, Pengasih
Kulon Progo, DIY
  Telepon  :
  LKM Pemberi
  Rekomendasi
: Kopwan Amanah
  Nama Pembina :
  Alamat LKM : RT 47/20 Ngruno Karangsari, Pengasih
Kulon Progo, DIY
  Telepon/Fax LKM : 0813.927.981.57
  
  LATAR BELAKANG

 
Kusnun memulai usahanya agak berbeda dengan masyarakat disekitarnya yang umumnya
adalah petani, ia justru mengumpulkan barang-barang rongsokan/pemulung. Barang
rongsokan yang dikumpulkan kebanyakan besi tua. Suatu ketika ia mendapatkan tulang
besi sepeda, kemudian ia mencoba untuk merakitnya menjadi sebuah sepeda. Akhirnya
terciptalah sebuah sepeda yang terbuat dari bahan bekas yang sudah tidak terpakai lagi.

Dari sepeda buatannya itu, ada yang tertarik untuk membelinya, ia berpikir kenapa ini
tidak dijadikan usaha. Karena keuntungannya yang diperoleh jauh lebih besar daripada
hanya mengumpulkan barang bekas yang kemudian dijual sebagai besi kiloan. Sejak itu ia
fokus untuk mencari barang bekas yang berkaitan dengan onderdil sepeda, dan dirakit
menjadi sepeda, baik sepeda anak-anak maupun dewasa. Peminatnyapun semakin
bertambah banyak.

Dari hasil mengumpulkan barang bekas, ada juga ban-ban bekas motor atau sepeda yang
tidak terpakai lagi, olehnya ban tersebut dipotong-potong kemudian dijual ke tukang
meubel. Ban tersebut sangat diperlukan oleh tukang meubel untuk melapisi bawah
joknya. Dengan demikian dari bahan yang tidak berguna ditangan Kusnun menjadi
berguna.

Dengan modal awal Rp 500.000,- yang berasal dari modal sendiri dan pinjaman, pada
tahun 2005 Kusnun membuka bengkel sepedanya dilahan yang disewa dari temannya.

  

  TENAGA KERJA

 
Tenaga kerja yang digunakan oleh Kusnun ada 2 orang, keduanya laki-laki, disamping ada tenaga kerja tidak tetap yang digunakan pada saat pesanan sedang banyak. Kedua tenaga kerja tetapnya diupah Rp 20 ribu perhari dan diberi makan siang. Dalam satu minggu Kusnun bekerja 6 hari.

Untuk Kusnun sendiri dia tidak mendapat upah, hanya menghitung berapa keuntungannya yang akan disisihkan untuk mengangsur pinjaman dan membeli bahan baku.

 

  MANAJEMEN

 
Dalam hal pengelolaan usaha, Kusnun dibantu istrinya untuk pencatatan uang masuk dan keluar. Bahan baku diperoleh dari pemulung yang menawarkan barangnya, dan sudah ada pemasok tetap untuk bahan baku usahanya. Teknologi dan peralatan yang digunakan masih sederhana, mirip dengan bengkel sepeda pada umumnya. Kusnun tidak hanya merakit besi tua menjadi sepeda namun ia juga menciptakan suatu alat yang digunakan untuk perontok padi (serit). Dan prosuk tersebut sudah mulai dilirik oleh para petani, karena umumnya petani untuk merontokkan padinya dengan cara dibanting-banting, sedangkan ini hanya dengan mengayuhkan pedal dan ada alat yang berputar dan sudah dipasangi paku-paku yang berfungsi untuk merontokkan padi.

Untuk sebuah sepeda, modal yang harus dikeluarkan sebesar Rp 25.000,- dan sepeda jadi dijual dengan harga Rp 75.000,-. Sehari Kusnun dan tenaga kerjanya mampu membuat hingga 2 sepeda. Rata-rata sebulan dapat mencapai 18 sepeda anak-anak dan 5 sepeda dewasa.

Karet ban bekas yang sudah dipotong-potong dijual Rp 2.500,- perkg, seminggu bisa mencapai 15 kg. Disamping itu stang sepeda yang sudah tidak terpakai akan dijadikan ikatan gagang pisau/golok.

 

  PEMASARAN

 
Untuk pemasaran, Kusnun tidak perlu bersusah payah untuk menjual produknya, karena sampai saat ini pesanan terus mengalir dan Kusnun berusaha memuaskan pelanggannya agar bisa tepat waktu sesuai dengan janjinya kepada pelanggan. Pembeli masih disekitar wilayah kerjanya.

 

  MASALAH YANG DIHADAPI

 
Kualitas produk kurang sempurna karena belum punya mesin kompresor untuk pengecatan dan pengelasan

 

  HARAPAN KE DEPAN

 
- Memperluas pasar
- Menemukan desain baru lagi dari bahan bekas
- Membuka lapangan kerja terutama bagi pengangguran
- Melengkapi peralatan kerja
- Memiliki bengkel sendiri